PT Gudang Garam dan Dilema Industri Rokok

Diposkan oleh Hulu on Minggu, 25 November 2012

PT Gudang Garam Tbk (PT GG) adalah sebuah perusahaan produsen rokok populer asal Kediri - Indonesia. Didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Surya Wonowidjojo, perusahaan ini merupakan peringkat kelima tertua dan terbesar di Indonesia (setelah Djarum) dalam produksi rokok kretek.

Awalnya, GG merupakan industri rumah tangga yang didirikan di atas tanah sewaan seluas sekitar 1.000 meter persegi di Desa Semampir, Kediri. Produknya adalah Sigaret Kretek Linting (SKL) atau Rokok Klobot, dan empat bulan kemudian Sigaret Kretek Tangan (SKT). Total 50 juta batang ini dipasarkan ke kota-kota terdekat seperti Nganjuk, Kertosono, Blitar hingga Solo dengan bandrol Rp 1 per bungkus.

Saat ini, perusahaan ini terdaftar menjadi salah satu dari 10 perusahaan terbesar di Indonesia. Lika-liku pun sudah banyak dialami seperti merosotnya penjualan karena banyak perusahaan rokok lainnya yang mampu menyaingi pemasaran. Namun, setelah dilakukan perbaikan dan peningkatan dai segi manajemen dan kreativitas, perusahaan ini mampu bangkit kembali dan mampu bersaing dengan perusahaan rokok lainnya..

Perusahaan ini memang pantas disebut sebagai perusahaan besar yang sukses karena penjualannya mampu mencapai sekitar 40 triliun rupiah. Perusahaan ini pun memiliki karyawan wanita yang cukup banyak, yakni sekitar 50.000 karyawan. Dengan banyaknya karyawan tersebut, sudah tentu produk yang dihasilkan pun tidaklah sedikit karena selain dipasarkan di dalam negeri, produk perusahaan ini sudah lama menembus pasar internasional.

GG memang menjadi tulang punggung bagi masyarakat Kediri karena semenjak berdiri dan majunya perusahaan ini, banyak masyarakat setempat yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan ini. Mungkin, akan menjadi suatu dilema bagi pemerintah saat ini dalam menghadapi masalah yang mulai muncul yakni dengan makin ketatnya pengecaman terhadap produksi rokok karena dapat mengganggu kesehatan baik sebagai perokok aktif maupun pasif.

Namun, di sisi lainnya adalah bagaimana nasib para karyawan yang sudah bekerja dan menggantungkan hidupnya dari perusahaan tersebut jika perusahaan mulai mengurangi produksinya. Pemerintah memang harus bisa mengambil jalan yang terbaik bagi masyarakatnya sendiri.
(Fajri Rahmawati/Mahasiswi Universitas Mercu Buana, Jakarta)
OPAK GAMBIR Galeri Kain Tenun Ikat Kediri Kuliner Prediksi Bola